Berkat posting Mas Jeprie di sini, ingatan saya melayang ke beberapa tahun silam. Ketika saya masih demen-demennya mainan yang namananya AdSense dan segala kroconya yang berbau “nyari duit di internet”. Bermula dari baca-baca referensi seperti blognya Cosa Aranda dan beberapa blogger “sukses” lainnya yang sudah lupa nama-namanya, saya menjelajahi setiap tutorial dan tips-tips premium “cepat kaya” yang bisa saya temukan dari blog, mail subscription, dsb yang mereka-mereka bagikan “gratis”. Haha, lucu juga kalo mengingat keluguan saya waktu itu. Untungnya salah satu sifat saya yang masih bertahan sampai sekarang, membuat saya tidak sempat terperosok lebih jauh ke dalam dunia bergelimang duit virtual tersebut. Sifat apa? Suka baca tutorial ini-itu, tapi pas praktekinnya sering males!! =))
Dalam membisniskan blog sebagai lahan iklan, diharuskan ada yang melihat dan mengklik iklan tersebut. Supaya ada yang ngeklik, dibutuhin pengunjung. Nah, gimana caranya menarik pengunjung supaya ngeklik iklan kita? People discover new websites mostly from search engine, and most people in the net-world use Google as theirs! Tapi apakah orang-orang dengan rajinnya menjelajahi seluruh halaman hasil pencarian (search result page) untuk menemukan apa yang mereka cari? Tidak bukan? Nah, makanya seluruh jagoan SEO (sebutan saya untuk pelaku Search Engine Optimization) berlomba-lomba untuk menduduki halaman pertama di hasil pencarian Google dengan segala cara karena konon katanya Pejwan (baca: Page One) itu nikmat gan!! Apalagi kalo dapat pertamax!!!
Satu paragraf di atas saya rasa cukup menjelaskan pada kita alasan dasar kenapa seseorang melakukan SEO terhadap website atau blognya. Sampai sini ada pertanyaan? Silakan tuliskan di kolom komentar
Lalu bagaimana cara memperoleh peringkat teratas di hasil pencarian Google? Nah, sependek pengetahuan saya Google menentukannya berdasarkan relevansi dan sistem perankingan yang sering disebut Page Rank atau “PR”. Semakin tinggi PR suatu website, semakin besar pulalah kesempatan konten website tersebut menduduki halaman pertama untuk suatu “keyword” yang berkaitan. Salah satu cara untuk meningkatkan PR adalah dengan menerima link (diutamakan yang berkualitas, relevan maksudnya) dari website yang memiliki PR lebih tinggi sebanyak-banyaknya. Sebenarnya dari PR lebih kecil juga bisa, tapi butuh jauh lebih banyak dibanding mendapat link dari website PR gede. Jadi jangan heran kalau anda sering menerima komen “bertukar link” di blog anda.
Yang tadi kita bahas soal PR, sekarang soal relevansi dengan search term/keyword yang diketikkan pengunjung di Google. Para Jagoan SEO juga berlomba-lomba membuat agar konten mereka seolah “penting” dan “berbobot” di mata Google, antara lain dengan cara dikit-dikit ngasih BOLD pada keyword, dan link ke posting lain di kata-kata yang tidak ada kaitannya. Kalo yang terakhir memang sepertinya dikonsepkan untuk “membangun link”. Ditambah lagi dengan spamming keyword populer (macam bugil, ayam kampus, cerita dewasa, dsb) di bagian tertentu dari halaman dengan harapan kali aja nyangkut di halaman hasil pencarian Google.
Lebih jauh lagi banyak yang membuat blog/website khusus yang dipenuhi link ke blog utama yang ingin dinaikkan PR-nya, bukan sekedar dipenuhi tapi ini sudah termasuk SPAM!!! Bahkan dengan teknik-teknik khusus, mereka membuat autoblog dimana konten blog mereka sepenuhnya duplikasi dari list blog-blog lain dengan kata kunci tertentu yang sudah mereka susun sebelumnya. Sempurnalah sudah bila dikombinasikan dengan teknik link otomatis di keyword-keyword tertentu yang menuju blog utama. Ultimate spam machine!! (rock) *merasa berdosa membeberkan rahasia spammer*
Lalu bagaimana sih cara kerja Google dalam mengoleksi sekian triliun konten di internet?
Google memiliki suatu program kecil (sotoy sih, gak tau kecil apa gede) yang disebut Spider/bot/crawler. Spider ini lah yang menjelajahi seisi internet dari satu website ke website lain melalui jembatan yang sering kita sebut dengan “link”. Ketika Google menemukan link yang menuju ke halaman X di website Y misalnya, dari website Z yang sudah dikenal memiliki reputasi bagus. Maka halaman X itu akan dikenali Google sebagai halaman yang berkaitan dengan website Z. Lebih baik lagi bila teks (disebut juga anchor) dari link yang berada di website Z tersebut berkaitan dan relevan dengan konten halaman X. Menurut ilmu SEO yang saya pelajari sekitar 2 tahun yang lalu, PR akan semakin tinggi bila kita menerima link (disebut juga inbound link, apalagi berkualitas) dari website yang ber-PR lebih tinggi, dan link keluar (outbound link) membuat website kita semacam “bocor” alias bisa bikin PR lambat naiknya.
Nah, cukuplah sudah saya panjang lebar membeberkan semuanya. Satu pertanyaan, masihkah cara Google beroperasi yang demikian itu berlaku? Saya yakin orang-orang besar di balik Google tidak tinggal diam dengan aksi para spammer yang mencemari pejwan mereka. Saya pun yakin Google selalu berusaha memberikan hasil terbaik yang relevan untuk para penggunanya. Oleh karena itu saya pun yakin (lagi-lagi) Google akan terus mengembangkan sistem pencarian mereka agar benar-benar memberikan apa yang pengguna inginkan, bukan justru halaman penuh link spam dan keyword-keyword “laku” yang bertebaran merusak estetika desain yang sudah capek-capek dibikin desainer theme blog mereka.
Semua teknik Google tersebut adalah RAHASIA perusahaan, tidak ada yang tahu. Orang-orang yang mengaku SEO expert hanya menyimpulkan dari serangkaian percobaan yang mereka lakukan (saya pernah baca e-Book yang membahas percobaan macam ini) dan teori-teori yang sudah diyakini oleh umum sebagai kebenaran. Bukan tidak mungkin sistem Google nantinya akan sangat cerdas untuk membedakan yang mana peringkat yang tinggi karena spam dan mana yang alami. Wallahualam.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Berhubung saya kurang pandai mengambil kesimpulan, mari kita lihat apa yang ditulis Mas Jeprie di blognya.
Setelah menyadari bahwa Google berfikir sama seperti pengunjung lainnya, maka yang harus kita lakukan adalah mulai menulis untuk pengunjung. Menulislah untuk pengunjung (manusia), bukan robot! Jangan membombardir isi tulisan dengan link internal. Tidak perlu menebalkan setiap keyword. Tidak perlu memaksakan harus menulis keyword di paragraf pertama artikel. Menulislah seperti manusia normal.
Hentikan berburu backlink sebanyak-banyaknya. Jangan mengemis untuk bertukar link, apalagi membeli link. Ini buruk untuk reputasi situs Anda. Bahkan Google sendiri menyebutnya cara terburuk untuk memperoleh link dan sama sekali tidak berguna.
Intinya? Google juga manusia bung!!
Sekian posting dari saya, salah khilafnya saya mohon maaf. Terima kasih (worship) *lha, ini pidato ya?*



Facebook
Plurk
Twitter
Delicious
Last.fm
Flickr
Github
LinkedIn

pertamax! *dijitak*
i-ini termasuk sepam, gak? (devil)
Faye´s last blog: Proposal Daisakusen プロポーズ大作戦 SP
Segeralah bertobat anak muda B-)
*elus jenggot*
Terima kasih sudah mengutip tulisan saya.
Memang di tulisan itu saya bermaksud mengingatkan para pemuja SEO bahwa SEO bukan segala-galanya. Google tidak bodoh. Katakanlah kita berhasil membodohi Google, jika akhirnya ketahuan maka dia akan marah dan bukan tidak mungkin malah situs kita dipenalti.
Dulu pernah ada saat-saat di mana halaman depan search diisi oleh situs yang melakukan keyword stuffing, dibombardir dengan keyword. Kemudian sepertinya algoritma Google diperbaiki dan langsung situs-situs itu hilang dari halaman search.
Jeprie´s last blog: Akhirnya! Bergabung dengan Tutsplus Premium
Sama-sama mas
Oh iya, lupa masukin soal penalti bagi pelanggar aturan Google. Yah, kalo yang sering main adSense pasti tau lah ya soal “Surat Cinta”. Menunjukkan keseriusan Google dalam menindak abuser.
Surat Cinta maksudnya teguran?
Di komunitas situs desain, adsense tidak laku. Biasanya mereka pakai buysellads. Lebih bagus karena pemiliknya sama-sama orang desain juga. Jadi, pertimbangan mereka lebih fokus.
Sayangnya, mereka hanya menerima situs berbahasa Inggris.
Jeprie´s last blog: Akhirnya! Bergabung dengan Tutsplus Premium
Iya surat putus hubungan tepatnya. Karena tingkah laku mereka sudah keterlaluan di mata Google. Misalnya aja ketahuan curang, click fraud, black SEO, dll.
Eh, buysellads? Pemiliknya orang desain? Kok saya jadi tertarik ya
kalau diblog saya banyak link yang keluar timbang yang masuk, itu konsekuensinya gimana Mas?
Tergantung, yang dihitung hanya link tanpa atribut rel=”nofollow” atau sering diistilahkan “dofollow”
Secara teori, blog sampeyan bocor karena lebih banyak keluar ketimbang yang masuk. Tapi sekali lagi itu hanya teori. Algoritma Google siapa yang tau?
Dari yang saya baca di blog resmi Google. Pemilik situs diminta berhati-hati dalam menambahkan link. Jika link ke situs jelek, semacam bagi-bagi software bajakan, porno, reputasi kita bisa jatuh.
Berbeda kasusnya jika situs jelek link ke situs kita. Itu pengaruhnya tidak sebesar link ke luar, karena pemilik situs tidak bisa mengontrol link orang lain. Jika ada dua situs yang me-link ke situs kita, satu spammer dan satu lagi situs berkualitas. Maka yang diperhitungkan Google adalah link yang berkualitas.
Jeprie´s last blog: Akhirnya! Bergabung dengan Tutsplus Premium
Oh begitu ya. Benar juga, kita gak bisa ngontrol siapa yang ngelink ke kita. Tapi seengaknya Google sudah cukup cerdas untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk
Saya paling jengkel kalo lg searching sesuatu yang penting tapi yang didapat malah konten2 sampah.
Bagi saya sendiri blog adalah sarana melatih menulis dan berdiskusi. Masalah PR anggap saja bonus karena bisa ngeblog dengan baik.
Ini yang parah. betul kata rusydi, eh. nembak keywordnya kurang tepat,, jadi banyak dah yang nyasar.
malah ke tempat yang sama sekali gak ada hubungannya
—
bagaimana nih hubungannya dengan kontes SEO, banyak tuh yang nembak keyword, how?
@Rusydi
Iya, apalagi kalau yang dicari kebetulan mengandung keyword yang populer di mata penyampah. Misalnya aja lirik, download, freeware, dsb
@Hengki
Wah, untungnya saya belum pernah ikut kontes SEO. Kalopun nanti ikutan, doakan saja saya untuk tetap istiqomah menganut SEO yang bermoral. (ninja)
Terima kasih backlink-nya mas. Posting ini memberi gambaran lengkap dan jelas tentang konsep SEO yang tidak hanya berorientasi kepada robot spider, tapi juga mampu menyentuh faktor kedekatan dengan pengunjung sebagai sebuah investasi SEO yang manfaatnya lebih tahan lama.
Saya suka blog ini. Tapi ukuran font-nya kok kecil banget ya. Saya sampai ngos-ngosan baca artikel ini. Hehehe…
Agus Siswoyo´s last blog: Membangkitkan Energi Internal
Sama-sama mas
Hehe, ukuran fontnya emang agak kekecilan ya. Bawaan dari theme sih, belum sempat saya ubah-ubah
Wah iya, saya pernah nemu blog yg nampilin hasil search engine di situsnya dia, n dikasih link muter2 doang di situsnya dia
parah2
Uchan´s last blog: Niche Distro GNU-Linux
Itu salah satu yang terparah dari yang terparah
.
main-main keyword sih gak papa, tapi yang penting konten tetep bisa dinikmati dan bisa memberi manfaat untuk yang membaca…
yang jelas dan yang penting situsnya mesti ngasih manfaat buat pengunjung..

Arif R.´s last blog: Antara Saya Dan Tuhan
@-) yang penting posting teratur udah masuk google kok. karena google mesti ogah crawler lagi kalo sitenya gak pernah update.
septianw´s last blog: membuat dokumentasi API drupal offline
baca postingan ini…
serasa ditampar2….
pengetahuan dan sikap kritis sayya jadi tergugah lagi nih… -_-
semua yang disampaikan bener2 menampar pipi kiri dan kanan berkaitan semua hal dengan SEO..
Mantap mas postingannya…
ga pake lama deh… meski saya baru pertama kali berkunjung ke blog ini…
Langsung Bookmark2!!!
Andriristiawan´s last blog: Jangan Berhenti Praktek
Terima kasih, semoga bermanfaat
ada satu tips yg selama ini jadi pegangan dalam ngeblog, “jadikan orang berkunjung ke blog anda karena mereka ingin membaca tulisan anda”
itempoeti´s last blog: Gelar Bapak Kesejahteraan SBY Ancang-ancang Untuk Periode Ketiga
Kadang sebel banget kalau ketemu website/blog yang SEO-nya tidak mutu sema sekali. Nongol di halaman pertama Google, tapi halaman aslinya sama sekali tidak ada hubungannya dengan yang dicari. Kadang saya mengumpat, “Wah SEO sampah ini!” Hehehe. (devil)
SEO itu wajib. Tapi mbok yang diutamakan itu tetap contentnya (doh) Dan kebanyakan yang gitu2 itu cuma pada mau dapat uang secara instant (annoyed)
YoHang´s last blog: Pelajaran dari 3 Idiots Three Idiots
seo itu apa yah??? dari dulu saya punya buku SEO tapi gak pernah dipraktekkan (rofl)
sekarang sepertinya PR udah gak dilihat lagi sama google.. saya udah banding2in search engine tiap negara.. mulai dari google.co.id, google.com, google.de, google.es, google.fr, tiap negara lebih diprioritaskan situs dinegaranya… kadang ada yang udah berhasil nongol di pejwan di negaranya sendiri, tapi pas di searh engine negara tetangga kadang gak ada sama sekali…
(rofl)
[...] Tertarik mencoba? Silakan mendaftarkan blog anda di sini. Tenang aja, gak ada link referral kok tambahan: Tips lain untuk mengimpaskan konten yang dikopas adalah menyelipkan setidaknya satu link internal ke posting lain di blog anda yang sama seperti yang sempat disinggung di artikelnya Mas Jeprie. Biasanya tukang kopas males ngedit-ngedit lagi jadi anda akan mendapat pingback setiap klon posting anda dipublish orang lain. Lagipula cara ini juga epektip untuk pelaku autoblogging. Tapi dilihat dari search engine optimization, siapa yang tau? [...]
nais inpoh, gan!
bagus ulasannya… saya lanjut blogwalking ya…
sampai detik ini masih banyak sampah…., terutama pencarian tentang “how to” pasti kebanyakan berupa hasil pencarian lagi… bah…
Rekursip?
)